belum juga memenuhi ingin merengguk belum juga menanam ingin mengetam
belum juga meraksa segala rasa, ingin mengaisi kasih sayang. belum juga mengurus menjaga sudah memerintah. belum juga mencangkul ingin melubang.banyak hal berubah, banyak celoteh terbuang begitu saja. banyak hal, terlalu banyak yang ingin kita gapai, padahal tetangga pencapaian belum juga didaki.
padahal, ingar-bingar telah mengajarkan kita banyak hal. keresahan datang-pergi silih berganti. hari ini kambing, besok kerbau. hari ini mujur, besok terlanjur. dan kita masih saja berleha-leha dalam bayang-bayang.
mungkin ini hanya tentang tarik-ulur, kalau tidak seri, berarti ada salah satu yang menang atau kalah.
terus-terang, aku merasa kecelik, seperti melihat gajah dengan teropong bintang. sama-sekali tidak akan pernah melihat bentuk aslinya. sebesar apapun lensa dinaikan atau diturunkan. bahkan permukaannya saja sangat samar. hampir tidak mempunyai bentuk.
lagi-lagi terus-terang, aku merasa tertipu. jika diibaratkan tarik-tambang, kau mengulur terlalu banyak. banyak sekali! hingga aku, hampir tidak merasa ada pilihan kalah. untuk kemudian, kau menarik tambang itu dengan kekuatan yang sesungguhnya.
sungguh, aku benar-benar kecelik!
Pembukaan Rumah Budaya "AKAR" Kairo, Mesir. 07 April 2008.