<body topmargin="0" bottommargin="0" leftmargin="0" rightmargin="0"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5330780?origin\x3dhttp://sajaksangkakala.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Dikirim 27.4.08    
AKU [yang] KECELIK 

mungkin ini hanya tentang tarik-ulur,
kalau tidak seri, berarti ada salah satu
yang menang atau kalah.

terus-terang, aku merasa kecelik,
seperti melihat gajah dengan teropong bintang.
sama-sekali tidak akan pernah melihat bentuk aslinya.
sebesar apapun lensa dinaikan atau diturunkan.
bahkan permukaannya saja sangat samar.
hampir tidak mempunyai bentuk.

lagi-lagi terus-terang, aku merasa tertipu.
jika diibaratkan tarik-tambang, kau mengulur
terlalu banyak. banyak sekali!
hingga aku, hampir tidak merasa ada pilihan kalah.

untuk kemudian, kau menarik tambang itu
dengan kekuatan yang sesungguhnya.

sungguh,
aku benar-benar kecelik!


Pembukaan Rumah Budaya "AKAR"
Kairo, Mesir.
07 April 2008.


Dicatat oleh Unknown, Jam 2:41 PM |