<body topmargin="0" bottommargin="0" leftmargin="0" rightmargin="0"><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/5330780?origin\x3dhttp://sajaksangkakala.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Dikirim 17.9.07    
MERDEKA II 

Ah, merdeka kawan ! Mari kita pancangkan bendera yang mungkin sudah tidak lagi berwarna itu.

Ah, merdeka kawan ! Jangan biarkan suara-suara benci menangisi ketiadaberdayaan terus terulang.

Ah, merdeka kawan ! Narasi-narasi yang singgah papahlah ia ke tujuan terakhir-ke tujuan terakhir.

Siapa saja bisa berlari
mengapa berlari jika tidak terburu
Siapa saja bisa membenci
mengapa membenci jika tak keliru

Ah, keliru kawan ! Rupanya nuansa komunikasi terlalu lamban bergerak, rasaku rasamu sebentar kantungi sebentar kantungi sebentar.

Ah, keliru kawan ! Kompas tergoyang, selalu akan kembali ke utara akan kembali ke selatan. Kerusuhan datang, selalu akan kembali ke kediaman akan kembali ke ketenangan.

Ah, keliru kawan ! Kebebasan seharusnya tidak melalui sungai darah, cukuplah cukup kemerdekaan itu. Pantas memang mengorbankan selaksa henti urat nadi.

Ah, pecundang ! Ini diksi !
mengapa tak kau isi saja dengan benci.

Ah, merdeka kawan !
Siapa saja bisa berlari
mengapa membenci jika tak keliru

Agustus 2007


Dicatat oleh Unknown, Jam 4:56 PM |